Banyuwangi Ethno Carnival

Koleksi Banyuwangi Ethno Carnival

Banyuwangi Ethno Carnival bukan saja perhelatan budaya tetapi juga sangat berefek kepada ekonomi. Terutama pariwisata dan retail. Perkembangan retail dengan peningkatan permintaan konsumsi dari sector wisata di Banyusangi mengalami peningkatan yang sangat significan selama perhelatan BEC. Dari Catatan Minimarketrak di peroleh fakta menarik terkait peningkatan ini.

Banyuwangi Ethno Carnival atau yang dalam bahasa Indonesia disebut Karnaval Etnik Banyuwangi atau sering juga disebut sebagai BEC adalah sebuah perhelatan even karnaval busana yang setiap tahun masuk agenda wisata dan digelar dalam rangkaian Banyuwangi Festival tahunan di kota Kabupaten Banyuwangi yang merupakan salah satu daerah yang sedang berkembang pesat Jawa Timur. Rute yang dilalui Banyuwangi Ethno Carnival adalah start dari Taman Blambangan melalui jalan protokol dan finish hingga Kantor Bupati Banyuwangi. Rute yang melewati jalan-jalan protokol Kota Banyuwangi ini sepanjang 2,2 kilometer.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dibawah kepemimpinan pak anas menggagas event ini yang bertujuan agar mampu menjembatani modernisasi yang terjadi di sektor seni budaya lokal yang selama ini tumbuh kembang secara terus menerus dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi agar menjadi sebuah event dalam yang dilaksanakan bentuk parade berskala Internasional yang dalam prosesnya tanpa harus mengubah nilai-nilai yang sudah sejak sangat lama berkembang dan tumbuh di dalam masyarakat baik dari aspek spirit maupun dari aspek filosofinya.

Komunitas retail melalui rak minimarket Bali yang melakukan pengamatan terkait korelasi pertumbuhan permintaan retail dengan BEC mengungkapkan bahwa dalam kurun 1 tahun terakhir ada begitu banyak perubahan yang significant. Jumlah minimarket dan toko meningkat drastis, hal ini tentu terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi.

BEC 2016.png BEC ThumbnailsBEC ThumbnailsBEC ThumbnailsBEC Thumbnails

Banyuwangi Ethno Carnival atau (BEC) yang digelar setiap tahun mengangkat tema mengenai pernikahan warga suku asli daerah itu, yakni Using.

Pada satu kesempatan Bupati Banyuwangi Abdullah azwar Anas di Banyuwangi, Jawa Timur, menjelaskan, karnaval megah dan terbesar di BWI yang akan dibuka Menteri Pariwisata ini akan menghadirkan ratusan peserta yang memeragakan ragam pengantin ala Suku Using dalam balutan kostum kontemporer.

0 comments